Pemuda Batam Mengejar Mimpi di Negeri Sakura (Part 1)

  1. Keberangkatan grup pertama

Setelah melewati serangkaian alur seleksi sejak bulan April 2016 lalu, akhirnya Perwakilan Batam pertama kali dikirim untuk magang di Jepang selama 3 tahun dan diberangkatkan pada Desember lalu. Alumni SMK Negeri 2 Batam dari Jurusan Boga mendapat kesempatan berangkat karena tingginya permintaan tenaga kerja untuk tenaga ahli dibidang pengolahan makanan. Berikut terlihat akrabnya suasana peserta magang (trainee) dengan keluarga pimpinan tempat mereka bekerja.

2. Keberangkatan grup kedua

Grup ke dua yang diberangkatkan berasal dari Alumni SMK 1 Batam, dengan komposisi: 2 orang dari jurusan Teknik Pemesinan (Rayhan dan Ade Amanda), 2 orang dari jurusan Teknik Pengelasan (M. Habib dan M. Fahmi) serta 1 orang dari teknik Elektronika Industri (M. AJi Prabowo). Mereka diberangkatkan pada bulan Februari 2017 lalu.

Sesampai mereka dinegeri Sakura mereka langsung ditempatkan di Asrama JIAEC untuk diberikan training skill selama 1 bulan. Setelah itu mereka berpencar menuju daerah ditempat perusahaan mereka ditempatkan. Berikut nama perusahaan dimana pemuda Batam mengejar mimpinya : Ito Koshitsu Co., Ltd, Emukeikei Co., Ltd, Sanyo Kousakusho Corporation, Hiyoshi Tekko Co., Ltd. Sama halnya dengan di Indonesia, sistim kerja mereka dimulai dari pagi jam 08.00 sampai sore jam 16.00 atau jam 17.00. Dengan menerapkan sistim kerja dan budaya disiplin yang ada di Jepang rata-rata mereka bisa mendapatkan penghasilan kotor 16 – 18 Juta rupiah perbulan.

Hal yang sangat menggembirakan bagi mereka adalah bahwa menemukan tempat untuk beribadah (mesjid dan mushala) tidaklah sesulit yang dikira dan mereka berhasil menemukan toko yang menjual makanan halal.

Bersama dengan senior trainee yang sudah duluan bekerja disana mereka mendapatkan arahan dan bantuan informasi tentang segala hal untuk bisa menjalankan kehidupan dengan baik dinegeri Sakura itu. Dari gambar dibawah dapat dillihat suasana keakraban trainee dari Batam bersama pimpinan mereka, dan Senior trainee yang sama sama bekerja dengan mereka.

Beginilah suasana keakraban dan kekompakan pemuda indonesia yang mengejar mimpi dinegeri Sakura. Mereka saling mengingatkan untuk mendirikan sholat berjamaah.

Dari dokumentasi diatas dapat disimpulkan bahwa menjalani kehidupan di Jepang tidaklah sesulit yang dibayangkan. Asalkan tetap menerapkan prinsip etos kerja, attitude yang baik dan disiplin, dimanapun mereka berada tidak akan menemukan masalah dan kendala. (BKK-SM)

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 7 =