Inovatif, Siswa Teknik Otomasi Industri ciptakan mesin cuci tangan otomatis

Siswa SMKN 1 Batam tetap berkarya di tengah pandemi Covid 19 dengan menciptakan mesin cuci tangan (wastafel) otomatis. Menurut Ibu Mira Ratnawati, selaku Kepala Paket Keahlian Teknik Otomasi Industri awalnya projek ini sebagai respon atas permintaan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dimana sekolah diminta membuat mesin cuci tangan portable guna persiapan new normal di lingkungan sekolah.

Dalam proses pembuatannya, Teknik Otomasi industri melibatkan 4 siswa dengan tugas yang berbeda. Meskipun ada kendala dalam prosesnya tetapi tidak memerlukan waktu yang lama dalam mengerjakannya jika bahan bahan lengkap maka hanya diperlukan 4 – 5 hari.

Mesin cuci tangan otomatis karya siswa Teknik Otomasi Industri SMK Negeri 1 Batam

Mesin cuci tangan otomatis karya siswa Teknik Otomasi Industri SMK Negeri 1 Batam

 

“Kendala yang kita hadapi ketika mengerjakan projek ini adalah agak lama dalam menunggu pesanan sensornya karena sensor – sensor tersebut tidak dijual di Batam” jelas ibu Mira.

Karya siswa Teknik Otomasi Industri ini juga telah digunakan di Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili oleh Bapak Irwan Panggabean selaku Kabid SMK menerima langsung penyerahan mesin cuci tangan otomatis tersebut dan mencoba penggunaannya. Beliau sangat mengapresiasi karya nyata yang dihasilkan oleh siswa SMK Negeri 1 Batam dan berharap karya ini dapat diproduksi masal dalam rangka memenuhi kebutuhan di sekolah sendiri maupun instansi lainnya.

Menanggapi hal ini ibu Mira menyatakan memang sudah ada beberapa instansi yang memesan dan masih dalam tahap diskusi internal. Ibu mira juga berharap melalui karya karya seperti ini kedepannya siswa paket keahlian Teknik Otomasi Industri bisa lebih inovatif dan kreatif dalam membuat, merakit dan menciptakan produk produk yang bekerja secara otomatis, sehingga mempermudah pekerjaan manusia dan efektif dalam penggunaannya. (ss_humas)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − three =